In the Grip: Di Saat Fungsi Inferior Mengambil Alih (Part 2)

Sebelumnya kita pernah bahas mengenai “grip” dari fungsi inferior dan cara menghadapi stres yang ngebuat fungsi inferior tersebut termanifestasi secara negatif (coba cek tagar #MBTIAnalysis). Lalu gimana kalo kondisi “grip” tersebut bukan disebabkan oleh stres?

Jarang sih, tapi bisa aja, mungkin karena faktor lingkungan yang maksa kamu make fungsi inferior kamu secara terus menerus, atau mendadak kamu “lupa” aja buat manfaatin fungsi kamu yang sebenernya lebih dominan.

Dalam kasus ini mungkin solusinya kamu bisa mulai mencoba lagi “mendominankan” fungsi-fungsi dominan kamu. Caranya:
ISxJ (Si-dom): Pikirin hal-hal yang udah terjadi dan coba kamu ingat-ingat detail dan informasinya. Jangan ngehindar dari mikirin hal-hal berat yang pernah kamu alami, tapi hadapin aja, pada akhirnya pasti ada pelajaran yang bisa kamu tarik. Pahami kalau ingatan kamu itu subjektif berdasarkan interpretasi internal dari hal-hal yang kamu hadapi, dan bukan rekaman yang selalu super akurat.
ESxP (Se-dom): Perhatiin dunia di sekitar kamu. Jangan terlalu mengekang impuls yang ada dan coba buat nikmatin momen-momen yang ada. Lakukan hal-hal yang bersifat fisik yang memaksa kamu untuk fokus pada tubuh, gerakan kamu, dan lingkungan sekitar kamu.
IxFP (Fi-dom): Jangan repress perasaan kamu. Coba pikirin baik-baik dan proses lebih lanjut. Jalani hidup sesuai nilai-nilai kamu, jadi individualis kalo perlu. Ambil perhatian lebih pada emosi kamu, kenapa kamu suka atau benci pada berbagai hal dan alasan di balik itu apa.
INxJ (Ni-dom): Visualisasiin dan rancang masa depanmu baik-baik, dan mulai bekerja untuk mencapai suatu tujuan. Fokus pada suatu ide, proyek, atau konsep dan pahamin secara menyeluruh. Perhatiin firasat dan interpretasi kamu terhadap orang-orang dan berbagai situasi yang kamu hadapi.

 

ENxP (Ne-dom): Cari ide-ide kreatif dari tontonan, bacaan yang kamu konsumsi. Isi otak kamu dengan berbagai ide dan jangan batasi pikiran kamu pada satu dua jenis pemikiran aja. Buat koneksi antara hal-hal yang sekilas keliatannya ga berhubungan. Lakukan hal-hal kreatif, entah itu seni, musik, tulisan, dan coba bikin seorisinil mungkin. Buka perspektif kamu pada orang-orang dan ide-ide baru sehingga pandangan kamu lebih luas lagi dan ga bias.
IxTP (Ti-dom): Pahami cara sesuatu bekerja. Coba analisis baik-baik gimana proses pikiranmu bekerja, dan cari pola-pola konsisten dari proses pemikiranmu. Tanya hal-hal yang kamu ga ngerti. Cari maksud dari hal-hal yang ada: “Kenapa dan apa gunanya gue ngelakuin ini?” “Kenapa hal ini kerjanya kayak gini dan apa gunanya?” dst.
ExTJ (Te-dom): Atur kamar kamu, meja kamu, buku-buku kamu. Bikin list dan ceklis hal-hal yang udah kamu kerjain. Atur deadline dan buat diri kamu lebih disiplin biar bisa menuhin deadline tersebut. Buat sesuatu yang berguna dan dapat memperbaiki sistem yang ada. Coba lebih efisien. Belajar mendelegasikan dan mengatur orang serta cara bicara sama mereka untuk mencapai sesuatu. Praktekin kepemimpinanmu kalo perlu.
ExFJ (Fe-dom): Coba untuk lebih berhubungan secara emosional dengan orang lain dan sering-sering muji orang, bicarain perasaan dan interest kamu ke mereka. Jangan keseringan nyimpen perasaan kamu apalagi jadi pasif-agresif kalo orang-orang ga memenuhi standar kamu, tapi coba bicarain langsung sama mereka secara halus. Gunain emosi kamu kalo lagi bicara dengan orang-orang.
Oh iya tips-tips di atas juga bisa berguna buat kamu yang pengen nyoba ngembangin fungsi-fungsi non-dominan kamu.

 

-INTP

In the Grip: Saat Fungsi Inferior Mengambil Alih

Pernah nggak sih kamu merasa “kok akhir-akhir ini gue ga gue banget”? Trus dari yang tadinya nggak emosional mendadak jadi kesulitan ngendaliin emosi? Atau di mana biasanya kamu rasional kok akhir-akhir ini malah jadi irasional?

Bisa jadi kamu lagi in the grip of your inferior function. Jadi, cognitive function yang tadinya nggak dominan di diri kamu, mendadak jadi “meledak-ledak” dan menguasai proses berpikir kamu. Biasanya hal ini terjadi ketika kamu sedang berada di kondisi stress, di mana fungsi dominan dan auxiliary kamu udah kecapekan dan nggak bisa menyediakan solusi atas permasalahan kamu. Fungsi inferior ini pun mendadak jadi dominan dan biasanya dimanifestasiin dalam cara yang negatif dan kekanak-kanakan.

Gue asumsiin kalian udah ngerti peran fungsi kognitif, atau kalau belum kalian bisa cek tagar #MBTIFoundationalTheory dan #CognitiveFunctions101. Nah, di sini gue mau coba bahas lebih rinci lagi gimana sih kondisi masing-masing tipe MBTI ketika mereka terkena grip inferior functionnya dan gimana cara untuk meminimalisir dampak negatif dari “grip” yang disebabin oleh stress.


MANIFESTASI GRIP DI TIAP TIPE

(Sebelumnya kami udah pernah ngepost sih, tapi ini direcap aja)
ExTJ (Fi-grip) jadi super-sensitif dengan kritikan orang lain dan ga ngerasa diapresiasi, emosi mereka jadi meledak-ledak, jadi ga terorganisir, dan ga mampu menyelesaikan deadline serta tugas-tugas mereka.

ExFJ (Ti-grip) jadi ngeraguin diri mereka sendiri, menganalisis berbagai hal secara berlebihan, mereka jadi terlalu kritis, negatif, dan judgemental dengan segala hal dan orang-orang di sekeliling mereka.

ENxP (Si-grip) jadi defensif, terlalu mentingin fakta dan detail dari segala hal, khawatir kalo orang bakal mengkritisi informasi mereka, dan jadi sering protes soal kesalahan faktual dan detail dari orang-orang lain. Biasanya mereka bakal jadi terlalu pesimis karena stuck in the moment banget.

ESxP (Ni-grip) jadi insecure, parnoan (ngerasa kalo semua orang mau ngejahatin mereka), menarik diri, terlalu serius, dan jadi gampang cemas soal hal-hal di masa depan.

IxFP (Te-grip) jadi kritis, confrontational (nyari masalah sama orang), dan super-sensitif sama kesalahan dan kebegoan orang lain, mereka jadi ga “sedamai” biasanya.

IxTP (Fe-grip) jadi meledak-ledak emosinya, gampang protes soal orang-orang yang dianggepnya ga kompeten, dan ngerasa jadi victim dari kritik dan sabotase orang lain yang sebenernya mereka bayangin sendiri.

ISxJ (Ne-grip) jadi parnoan soal kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi, ga bisa ngambil keputusan, dan sering ngerasa orang lain mau ngejahatin mereka.

INxJ (Se-grip) jadi nyari-nyari sensory pleasures (kenikmatan duniawi) via makanan, belanja, casual sex, dan ngebikin keputusan-keputusan jangka pendek yang seringkali mereka sesalin di kemudian hari.


Nah, terus apa yang bisa kamu lakuin kalo hal-hal ini terjadi?

1. Sadari dulu kondisi kamu: bahwa kamu sedang berada pada cengkraman inferior function-mu. Di sini MBTI dengan teori-teori kognitifnya ngebantu banget dalam memahami diri sendiri, emosi, dan respon kita terhadap berbagai stimulus yang ada. Seringkali di kondisi yang super-stress, kita bahkan ga tau emosi apa sih yang lagi kita rasain, pokoknya ga enak aja. Minimal dengan kamu memahami fungsi kognitif, urutannya di tipe kamu, dan bentuk manifestasi fungsi tersebut sesuai letaknya di mana (dominant, auxiliary, tertiary, inferior, shadow functions, dst.) kamu bisa lebih sadar akan emosi dan cara berpikir kamu terutama di saat stress. Ibaratnya kamu punya masalah dan butuh nyari solusinya, ga mungkin kan bisa kamu selesain tanpa tau terlebih dahulu masalah spesifiknya apa? Dan yang penting kamu perlu nerima kalo itu adalah suatu masalah. Jangan denial atau bohong sama diri sendiri bilangnya “ah gue ga ada masalah kok”.

2. Jangan ignore atau represi inferior function kamu. Seringkali kita mikir karena fungsi ini inferior dan kita gak nyaman makenya, jadi mending gausah dipake sama sekali atau ga digubris, mending stick sama fungsi yang emang udah dominan dan udah sering dipake. Tapi bisa jadi ini bentuk otak kamu ngasih tau kalo dia udah nyoba berbagai cara untuk ngerespon masalah yang ada tapi emang ga berhasil, dan mereka pun beralih menggunakan fungsi kognitif yang selama ini ga terlalu kamu pake walaupun manifestasinya gak sehat dan kekanak-kanakan.

3. Jadiin ini kesempatan buat kamu ngembangin fungsi kognitif kamu. Ibarat di game RPG, team member kamu macem-macem terdiri dari warrior, wizard, healer, dll. Buat ngalahin musuh yang levelnya tinggi perlu kerjasama di antara team member kamu. Experience dan level mereka perlu dinaikin bareng-bareng. Biar warrior yang paling kuat misalnya, jangan terlalu bergantung sama dia untuk ngalahin semua musuh. Ada suatu saat dimana dia bisa juga KO dan di saat itu kamu harus bergantung sama team member lain yang lebih lemah. Di sinilah gunanya ngelatih team member/fungsi kognitif yang lain, mulai dari bekerjasama ngelawan musuh-musuh yang lemah dan perlahan-lahan kamu coba buat ngelawan musuh-musuh yang lebih kuat lagi. Pada akhirnya kalo udah sering kerjasama, dan tau cara ngesupport satu sama lain, musuh yang kuat pun bakal bisa dilibas juga.

4. Coba kasih jarak sebelum kamu ngerespon terhadap sesuatu. Misal, kamu INFP yang lagi kena Te-grip, dan ngerasa temen sekelompok kamu pada ga becus kerja, jangan langsung marah dan ngebentak-bentak mereka di depan muka mereka. Coba diemin dulu apa yang kamu rasain sampe reda atau intensitasnya berkurang. Kalo ga reda-reda, coba pikirin baik-baik apa ini cuma bentuk kekesalan kamu (pada hal-hal lain) yang dilampiaskan ke mereka, atau ini bisa ngebantu menyelesaikan masalah yang ada.

5. Pahami baik-baik kamu stres karena apa sampe fungsi inferior kamu berontak. Karena stres itu biasanya disebabin bukan cuma karena satu atau dua hal melainkan dari gabungan berbagai hal yang (mungkin) sepele dan jadi menumpuk. Coba selesain masalah ini dari yang paling sepele dan gampang untuk diselesain dulu dan perlahan-lahan baru gerak ke akar permasalahannya. Kamu bisa coba ngelakuin meditasi filosofis (buat caranya bisa coba tonton https://www.youtube.com/watch?v=3VJI0ecVO6c) atau belajar untuk menjadi lebih introspektif (https://www.youtube.com/watch?v=s-NiJzwdN0Y) dan perlahan-lahan kamu bisa lebih memahami masalah yang kamu hadapi.
-INTP

Referensi:

http://www.myersbriggs.org/my-mbti-personality-type/understanding-mbti-type-dynamics/the-fourth-or-inferior-function.htm

Si vs. Ni

Since most of you here are still confused over Introverted perceiving functions of MBTI, let me straighten it up for you with a simple case of sandwich:

Let’s say we have an Si user who is standing in the kitchen with the recipe and ingredients for this sandwich at a table. This will be the first time the Si user will ever make a sandwich or even seen a sandwich and thus his mind’s slate is clean. The Si user will read through the recipe and attempt to follow the instructions one by one to construct this sandwich.

Let’s make one. the recipe would be: mustard + mayo -> lettuce -> tomato -> cheese -> ham.

And then the Si user will make a second sandwich without a recipe. Unfortunately, the Si user’s memory is poor, so can’t remember the recipe from heart. HOWEVER, he can “feel” out the sensation as he makes it.

The Si user will have a sensation that tells him, “It should be the mustard and the mayo first..” and he goes on with the lettuce and tomato. After that, he tries to remember the next step “What was it again..??” and he tries to put the ham on, but wait..!

A sudden shock goes over him.. “This doesn’t feel right” he said. And he decides to place the cheese before the ham, and voila!
“Yep.. This feels right.” as the order of the sandwich feels correct for him, he finishes it.


 

Ni users, however, do not operate in this manner. Each time an Ni-user makes a sandwich, it is ALWAYS a clean slate, at least until the information is finally well processed into the Psyche’s memory.

They’ve been often told “Ah come on, you’ve done this like a million times already!” and of course, they would respond “I–I’m sorry! I can’t remember!” so they would rely on “Possibility hunches” to get things done.

So for an Ni user, every time he make a sandwich, he has to rely on intuition to get the sandwich constructed, despite the lack of prior experience. He can “feel” that the bread could “possibly” have mustard and mayo on first. The Ni can visualize this and see just what the end result of the sandwich could be if he places mayo and mustard on each slice of bread. If his gut feeling believes it is correct, he will do this. His gut feeling will also visualize what item should go next. The ham? Swiss? Lettuce? Tomato? Often times, the Ni function will change its gut feeling each time the Ni-user makes a new sandwich. Because of this method, however, each time the Ni user makes a sandwich it can be different, whereas the Si user is more capable of repeating the same exact steps over and over.
-Your local kufar INTJ

An Important Note from Us to Y’all!

A test and re-test pro tip for you all!

I know that most people feel taking an MBTI test once isn’t sufficient in determining their type, so we try to take different tests multiple times trying to find a consistency.

But more often than not, it causes blind conviction. If you get the same results time after time, you’d be eager to believe that YES, THIS IS MY ACCURATE TYPE AND IT WON’T CHANGE.

But the thing is, your results are INSIGNIFICANT if you test and re-test in a such a short time. It allows for too much bias to try to get the same result. Another thing is, you haven’t progressed very much in life from the last time you did it so OF COURSE you’re prone to get the same or similar results.

Studying psychology, I received a suggestion that you should wait for at least 3 months if you wanna take the test again to see if your result is consistent. The longitudinal approach will provide time for you to go about in life—facing changes, experiencing ups and downs, basically developing yourself—that will make your result when you re-test more relevant because we’re trying to find the You that’s consistent throughout your life.

More importantly, it may help you find your best-fit MBTI type. Not just your type when you’re successful at school; not just your type when you just broke up with your partner, but your most accurate type. Because we know that the test is very vulnerable to personal biases and mood changes.

Now, I know that 3 months could sound too long. I guess we can be a bit lax about it. I assume 1 month would be okay although it’s still such a short time to make room for life changes to occur. But I wouldn’t recommend you testing-re-testing in a span of days or weeks!

Also, if your results tend to change drastically (getting 2 different letters from the last time) then it’s very very very recommended for you to find the results that come up the most and try to read about the 9 Jungian cognitive functions behind the MBTI. Don’t be afraid to learn! Or ask people for help. People tend to think that MBTI types change easily but that’s really not the case—that’s more often than not the result of testing and not consulting the results to personality profiles and cognitive functions.

So take the time to delve deep enough to understand and develop yourself! MBTI, after all, is a self-discovery tool meant to help people understand and enhance themselves, not box people in. Take your testing results as a beginning of the journey, not the end. Have fun dissecting yourself! 🔪
—INFJ🌙