MBTI in Depth: Part 8 (Si—Introverted Sensing)

BAGAIMANA CARA KERJA Si?

Singkatnya: Mengalami/melihat/merasakan sesuatu → Dimaknai secara subjektif (biasanya punya cara mengingat sendiri berdasarkan kesan yang ditangkap saat itu) → Dipilah-pilah berdasarkan kategori → Disimpan dalam memori → Sebelum bertindak, akan mencari dulu pengalaman sebelumnya yang sudah disimpan.

Si itu pengalaman sensoris yang SUBJEKTIF. Maksudnya gimana? Jadi Si menyimpan segala sesuatu yang dialaminya SESUAI DENGAN KESAN YANG IA TERIMA SAAT ITU, yang mungkin beda dari kenyataan aslinya. Ingat, yang disimpan KESAN, bukan kejadian aslinya. Oleh karena itu, Si kurang baik dalam menjelaskan kenyataan yang objektif secara gamblang seperti Se, karena yang dijelaskan adalah hal yang menurut Si berkesan saja. Si juga memilih-milih pengalaman mana yang berkesan baginya.

Inilah yang membuat Si diidentikkan dengan kaku, karena jika Si tidak menyimpannya atau tidak mengalaminya, hal itu tidak pernah terjadi. Contoh, jika biasanya Si mengalami A, Si tidak akan memikirkan kemungkinan terjadinya B dan C karena B dan C tidak nyata bagi Si. Gampangnya, Si kayak pake kacamata kuda, cuma lihat apa yang bisa dilihat aja.

Selain itu, karena mereka mengambil kesan dari dunia sekitar, mereka berpikir bahwa seluruh dunia seperti itu, tanpa mencari sumber lain atau crosscheck terlebih dahulu. Si cenderung menggeneralisir sesuatu.

Kenapa Si berpaku sama pengalaman? Karena Si merupakan fungsi perceiving (pengambilan data) yang introverted, jadi sumber satu-satunya yang bisa diambil adalah pengalaman pribadinya. Karena pengalamannya bersifat subjektif/pribadi, maka informasi yang didapat oleh masing-masing orang dengan Si dapat berbeda-beda, sehingga memengaruhi manifestasi perilaku yang dikeluarkan oleh pengguna Si. Jangan pikir semua Si sama perilakunya!

Setelah mengumpulkan informasi, Si akan mengkategorisasikan informasi tersebut berdasarkan persamaannya secara umum. Lalu, mudahnya, informasi-informasi serupa tersebut dimasukkan ke dalam lemari folder besar sesuai kategorinya. Seperti perpustakaan. Nantinya, jika dibutuhkan, Si akan mencari data-data yang dibutuhkan di “lemari” tersebut. Jika pengalaman tersebut baru untuk pengguna Si, wah, kacau dunia. Kuncinya adalah mencari data yang FAMILIAR.

 

Dari informasi-informasi tersebut, mereka biasanya akan membentuk pola yang akhirnya akan membentuk suatu kesimpulan cara kerja dunia secara UMUM. Gampangnya anggaplah informasi seperti kepingan puzzle, yang nantinya akan disusun-susun hingga membentuk suatu gambaran besar. Karena ini juga, Si sering dibilang detil, karena untuk membentuk gambaran besar, dibutuhkan banyak kepingan puzzle spesifik. Dari gambaran cara kerja dunia secara umum, pengguna Si biasanya akan menentukan definisi “normal” bagi hidupnya berdasarkan informasi lampau yang diterimanya.

Si selalu membutuhkan kepastian dalam bentuk informasi yang konkrit sebelum Si berani mengambil keputusan via Te atau Fe nya. Sebab itu, Si memiliki kecenderungan untuk mencari sesuatu yang aman (inti dari Si adalah SECURITY) dan gak berani ngambil risiko. Makanya Si sering dibilang membosankan karena terlalu datar hidupnya (padahal gak semuanya begitu).

(NB: Sebenernya agak kontradiktif. Si selalu takut melangkah karena butuh banyak informasi, tapi gak secara aktif mencari informasi tersebut, makanya stuck di tempat.)

Apakah memori orang dengan Si-dom/aux baik? Sebenarnya cukup baik, namun karena yang disimpan adalah kesan, bukan hal realnya, jadi kadang memorinya suka tidak tepat. Bener emang ada kejadian begitu tapi kadang detilnya berubah sesuai dengan kesan yang ditangkap oleh Si. Jadi jangan aneh kalau Si-dom/aux kadang suka melenceng ingatannya atau lupa (karena gak berkesan). Tapi kalau sekalinya ingat, wah, detil banget.


Bagusnya, pengguna Si biasanya detil banget. Selain itu, pengguna Si juga seringnya mudah bersyukur, gak neko-neko, karena mereka menerima apa yang ada di dunia ini apa adanya. Semua pekerjaan yang dikasih ke pengguna Si biasanya dikerjain karena mereka menganggap bahwa hal itu yang memang seharusnya dikerjakan tanpa banyak mikir lagi. Yaa jalanin aja hidup seadanya begini. Oleh karena seperti yang banyak paham tentang dunia yang normal gimana dan menjalani kehidupan dengan apa adanya, pengguna Si biasnaya dianggap lebih dewasa dan bijaksana. Selain itu, Si cenderung konsisten karena selalu membandingkan dengan yang sudah pernah sebelumnya, serta setia karena malas mencari lagi hahahaha.


Jeleknya, Si terlalu berhati-hati! Sebenernya ini pedang bermata dua sih. Sisi bagusnya, Si bakal mengerjakan semuanya dengan tidak tergesa-gesa sehingga kualitas pekerjaannya terjamin. Tapi kehati-hatian ini bikin Si kurang pengalaman, sulit adaptasi, serta lamban.

Karena kecenderungan Si untuk mencari pengalaman sebelumnya, seringnya sih Si males cari pengalaman baru atau memikirkan kemungkinan apa yang terjadi di luar informasi yang sudah didapatkan sebelumnya, jadi cenderung berpikiran tertutup. Kadang ada bagusnya mempertahankan apa yang sudah ada, tapi kan dunia terus berubah, jadi harus menyesuaikan diri. Jadinya pasif juga, kurang mau inisiatif.

Karena selalu berpaku sama pengalaman, Si sering takut sama masa depan. Takut karena masa depan itu adalah hal yang belum terjamah dan memikirkan kemungkinan-kemungkinannya aja udah males, jadi selalu memikirkan kemungkinan terburuknya terus alias pesimis (ini karena Ne nya paling bawah sih jadi cenderung negatif). Ini juga sebenernya yang membuat Si sering over-prepared sama sesuatu (makanya cenderung terencana) karena takut terjadi apa-apa nantinya. Si gak suka banget kalo melakukan sesuatu tanpa rencana karena takut salah langkah. Terlalu lihat ke belakang juga bikin Si cenderung membanding-bandingkan dan sulit move on dalam berbagai hal.

—————

BAGAIMANA CARA KERJA Si DI URUTAN YANG BERBEDA?

Si-dom (ISTJ, ISFJ): Mereka lebih suka mengumpulkan sebanyak mungkin informasi terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu. Yang membedakan dari ISTJ dan ISFJ adalah fungsi judging mereka, Te/Fe, seperti yang sudah dijelaskan di post sebelumnya. Tujuan hidupnya adalah untuk menjadi senormal mungkin (definisi ‘normal’ mereka subjektif banget, cuma biasanya sih sesuai dengan norma/aturan yang ada di lingkungannya). Kalau Ne-nya tidak berkembang, mereka bakal jadi super kaku dan takut sama masa depannya, sulit berubah. Hati-hati terlena sama comfort zone!

Si-aux (ESTJ, ESFJ): Mereka menggunakan Si sebagai panduan hidup dalam aksi-aksinya. Oleh karena mereka lebih berorientasi pada aksi daripada mengumpulkan informasi, mereka biasanya lebih kaku dalam menggunakan Si mereka (terutama kalau Ne-nya belum berkembang). Kesannya jadi memaksakan apa yang mereka ketahui sebelumnya karena memang itu yang seharusnya semua orang lakukan dan dengan seenaknya judge orang kalo misalnya gak sesuai dengan apa yang menurut dia normal. Padahal kan pengalaman, background, nilai-nilai tiap orang beda-beda, gak bisa digeneralisir.

Si-tert (INTP, INFP): Biasanya dipakai untuk menjadi bahan refleksi, tapi karena munculnya dengan cara yang jelek, Si nya malah memberi umpan informasi yang jelek-jelek dan malah bikin INTP dan INFP makin stres dan over-analyzing things. Yang lebih disalahkan adalah masa lalunya, bukan dirinya sendiri.

Kalau diumpamakan, informasinya disimpan acak-acakan begitu saja di kepalanya karena Ne-nya, tapi mereka selalu tau di mana mereka mencari informasi tersebut jika dibutuhkan. Kalau lagi stres, tiba-tiba mereka teringat sesuatu hal spesifik dan malah stuck di situ – terlalu menganalisis suatu kejadian spesifik di masa lampau. “Inget gak waktu <pengalaman buruk>? Ya ampun, lo bodoh/jahat banget sih!!”
Selain itu, munculnya dengan cara menjadi terlalu sempit dalam memandang dunia. INTP dan INFP akan sangat mendalami apapun yang menurut mereka menarik, tapi menutup mata pada hal yang menurutnya tidak penting atau tidak menarik, walaupun mereka bisa tertarik pada banyak hal dan selalu berubah-ubah karena Ne-nya.

Si-inf (ENTP, ENFP): Para Ne-dom ini biasanya menganggap Si tidak penting karena terlalu kaku dan membatasi kemungkinan. Tapi ini juga yang sering bikin mereka selalu mengulangi kesalahan yang sama karena tidak ingat pada kejadian yang lampau. Mestinya, Si ini digunakan untuk memberhentikan Ne ketika berusaha mengejar kemungkinan yang tidak mungkin – karena sebelumnya sudah pernah gagal, misalnya, atau secara nyata tidak mungkin terjadi (reality check). Selain itu, Si juga dapat mengingatkan Ne untuk fokus pada 1 hal saja dan mendalaminya, supaya tidak lompat-lompat dan menyelesaikan apa yang ia mulai. Tapi jangan salah, sebenernya kalau sudah merasa nyaman atau “klik”, Ne-dom susah move on. Maksudnya dia bakal tetep playful tapi inget ke mana dia harus pulang.

Kalau muncul biasanya juga dengan cara yang sangat buruk, yaitu dengan berpikir kalau tidak ada acara lain dalam menyelesaikan sesuatu dan berpikir kalau masa depannya suram. Jadi pesimis, mikir semuanya sia-sia, dan takut bergerak maju. Selalu terngiang-ngiang pengalaman buruk yang bikin dia kayak gini dan gagal buat mikirin kemungkinan apa aja yang bisa muncul dari hal itu. Hati-hati depresi. Selain itu, Si-nya kadang digunakan untuk mendendam (ini muncul pada saat tidak sehat).
—ISTJ

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s