MBTI in Depth: Part 9 (Se—Extroverted Sensing)

BAGAIMANA CARA KERJA Se?

Singkatnya: Menghadapi sesuatu → Dilihat secara detil → Dicari celah untuk beraksi (apakah bisa dilakukan sesuatu secara riil?) → Lompat ke aksi lain.

Se itu pengalaman sensoris yang OBJEKTIF. Maksudnya gimana? Se bener-bener ngerasain yang namanya pengalaman. Pokoknya live in the moment banget. Yang dicari adalah peluang untuk melakukan aksi selanjutnya. Se selalu akan MENCARI STIMULUS SENSORI BARU. Biasanya tipikal yang kurang suka lama-lama nunggu karena lebih baik melakukan sesuatu, gamau diem gitu, karena waktu tuh terlalu singkat. Se juga tipe yang aware sama lingkungan, karena seluruh lingkungan dia pindai untuk peluang aksi.

Se lebih suka mengikuti impuls yang muncul di kepalanya dan benar-benar melakukannya. Se juga orientasinya praktik, makanya lebih suka langsung coba aja daripada banyak mikir (Se yang Ni nya jelek biasanya lebih suka bertindak dulu baru mikir dampak ke depannya apa). Se juga benar-benar menikmati tiap sensasi yang ia rasakan di panca inderanya secara detil. Se juga sangat paham akan tubuhnya sendiri dan mengerti cara menggunakannya dengan baik. Karena pandangan Se berada pada luar dirinya, Se akan cenderung menyukai estetika dan apapun yang enak dipandang.

(NB: Gak heran kan kalo baca deskripsi Se tuh identik dengan balap mobil, barang mahal, boros, dugem apalah yang pokoknya memicu adrenalin banget. Tapi kenyataannya gak semua Se begini kok, yang penting adalah bagaimana cara ia mencari informasi.)

Se juga selalu update sama hal yang baru, gaboleh ketinggalan! Merekanya juga berubah terus, bisa dibilang Se yang 3 menit lalu bukanlah Se yang sekarang. Yang dicari adalah perubahan suasana riil. Makanya Se sering gampang terdistraksi sama hal baru. Se juga bukan cuma sekedar nyari hal baru, tapi ngejalanin apa yang ada secara maksimal sebelum pindah ke hal lainnya, “Live the life to the fullest”. Beda sama Ne, Se cenderung nyelesain apa yang dimulai.

Beda dengan Si yang semua pengalaman sensorik disimpan, Se merasa itu tidak perlu sehingga cenderung pelupa (NB: Kata Se-dom/aux, memori mereka kayak memori ikan lmao, yang diinget bagian serunya aja).

Se nantinya akan mempunyai pandangan realistis paling objektif pada dunia dan sesuai dengan fakta yang ada. Pandangan Se pada dunia akan sangat luas dan gak pilih-pilih. Kalau suruh seseorang yang bisa jelasin sesuatu secara gamblang dan detil, pilih Se. Soalnya Se pemerhati banget sampe ke hal-hal yang orang gak liat.


Bagusnya, Se adalah orang yang berani mengambil risiko. Karena yang dicari adalah perasaan tegang dan serunya. Se juga cenderung bergerak cepat dalam melakukan sesuatu karena haram hukumnya membuang-buang waktu, karena waktu yang terbuang bisa digunakan untuk mencari stimulus lain. Se juga pasti punya banyak pengalaman, jadi gak naif. Se juga tipe yang aktif.


Jeleknya, Se sering terlihat seperti tidak memiliki tujuan hidup karena menentukan cita-cita/tujuan akan membatasi geraknya (terutama yang Ni-nya tidak terpakai). Karena tidak ada tujuan, aksi yang dilakukannya juga tidak terencana, sehingga jika gagal, Se tidak punya cadangan rencana (tapi selalu bisa cari cara untuk kabur sih karena lebih peka pada sekeliling sehingga bisa cari celah).

Se juga sering diidentikkan dengan playboy/girl atau tidak punya teman yang tetap karena mengalami isu komitmen. Isu komitmennya karena selalu merasa bahwa di luar sana bisa saja ada yang lebih baik dan komitmen itu mengekang kebebasannya untuk mencari yang lain.

Se yang Ni-nya jelek, seperti telah disebutkan sebelumnya, sering gak berpikir dulu sebelum bertindak, jadinya kadang nyesel sendiri. Tapi untungnya karena cepet nangkep stimulus lain, sedihnya gak berlarut-larut.


BAGAIMANA CARA KERJA Se DI URUTAN YANG BERBEDA?

Se-dom (ESTP, ESFP): Mereka kerjanya cari pengalaman terus tanpa henti! Motto mereka itu “Life is too short” makanya mereka ke sana sini nyari pengalaman. Tujuan hidupnya adalah nyobain semua hal di bumi. Yang ngebedain adalah fungsi judging mereka, Ti/Fi. Ti akan cenderung mencari sesuatu yang dapat diproses menjadi pemahamannya tentang cara kerja sesuatu, sedangkan Fi akan mencari pengalaman yang akan membuatnya bahagia terus. Kalau Ni-nya gak berkembang, mereka bakal terlalu liar dan seakan gapunya tujuan hidup.

Se-aux (ISTP, ISFP): Mereka menggunakan Se mereka sebagai pencarian data yang dibutuhkan oleh Ti/Fi mereka. Se juga digunakan sebagai penggerak, namun tidak akan seaktif Se-dom. ISTP membutuhkan Se untuk mengumpulkan data agar nantinya ia bisa melakukan sesuatu dengan seefektif mungkin, dengan mempertimbangkan risk and benefit, dari menyortir ribuan cara yang bisa dilakukan. Se pada ISTP juga membuatnya untuk cenderung memilih ilmu yang dapat diaplikasikan di dunia nyata saja. ISFP membutuhkan Se untuk mendekati orang-orang sebelum membuat penilaian (Karena Fi-nya mau judge orang tersebut, Se-nya digunakan untuk mendapatkan info sebanyak-banyaknya dari orang tersebut sebelum akhirnya judge. Kalau dia gamau judge, ya ga akan dideketin sama sekali).

Se-tert (ENTJ, ENFJ): Se membuat ENTJ/ENFJ lebih cepat dalam mengambil peluang. Se-tert langsung secara impulsif mencari-cari dunia yang menurutnya ideal tanpa buang-buang waktu ketika sesuatu tersebut sesuai maupun tidak sesuai dengan ambisinya (Ni) (maksudnya, cepat datang kalau cocok, cepat pergi kalau gak cocok). Se-tert juga lebih nekat mendobrak batasan yang ada demi mencapai ambisinya (beda sama Ne-tert yang ingin mencari cara lain namun tetap aman namun tujuannya tetap sampai). Jeleknya, Se ini membuat ENTJ/ENFJ terlihat oportunis, licik, serta egois kalau tidak digunakan dengan benar. Mereka bisa saja melakukan sesuatu yang tidak wajar demi mencapai tujuannya.

Kalau lagi stres, bisa jadi mereka melakukan sesuatu yang biasanya habis itu mereka sesali. Sebenarnya, Se ini metode ENTJ/ENFJ untuk melegakan atau melampiaskan kekecewaannya. Mereka juga suka melupakan tujuan awal mereka melakukan itu – asal lakukan saja yang penting seneng!

Se-inf (INTJ, INFJ): Para Ni-dom mungkin akan menganggap bahwa dunia nyata ini tidak ideal sama sekali sehingga malas untuk menjamahnya. Namun, tanpa Se, para Ni-dom tidak bisa melakukan reality check. Karena Se-nya lemah, mereka suka tidak sadar melakukan sesuatu berulang-ulang kali demi tujuannya. Mereka akan buang-buang tenaga percuma karena kurang bisa mengukur seberapa mungkin peluang terjadinya dunia idealnya di dunia nyata. Bedanya dengan Se-tert, Se-tert biasanya lebih paham kapan harus berhenti karena sudah dirasa tidak efektif lagi (Te/Fe dom). Se-inf membuat penggunanya kurang sadar akan pentingnya untuk berhenti dan mencari alternative tujuan lain ketika sudah dirasa tidak mungkin. Bagus sih pantang menyerah, tapi apakah efektif dan berdampak baik bagi diri sendiri? Soalnya Se yang gak kepakenya bisa bikin liar banget untuk mencapai tujuannya, walaupun itu ngebahayain dirinya sendiri.

Se-nya akan muncul ketika stres dan dalam bentuk melarikan diri. Ia akan melakukan sesuatu yang nantinya akan ia sesali tanpa berpikir panjang (kehilangan fungsi sehat Ni). Mestinya, Se digunakan untuk memberi batasan realistis pada Ni dan membantu Te/Fe dalam menyusun langkah yang realistis dan efektif dan mendorong eksekusi untuk mencapai tujuannya. Se juga dapat memberikan opsi alternatif jika langkah yang dilakukannya tidak berhasil.

—ISTJ

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s