In the Grip: Saat Fungsi Inferior Mengambil Alih

Pernah nggak sih kamu merasa “kok akhir-akhir ini gue ga gue banget”? Trus dari yang tadinya nggak emosional mendadak jadi kesulitan ngendaliin emosi? Atau di mana biasanya kamu rasional kok akhir-akhir ini malah jadi irasional?

Bisa jadi kamu lagi in the grip of your inferior function. Jadi, cognitive function yang tadinya nggak dominan di diri kamu, mendadak jadi “meledak-ledak” dan menguasai proses berpikir kamu. Biasanya hal ini terjadi ketika kamu sedang berada di kondisi stress, di mana fungsi dominan dan auxiliary kamu udah kecapekan dan nggak bisa menyediakan solusi atas permasalahan kamu. Fungsi inferior ini pun mendadak jadi dominan dan biasanya dimanifestasiin dalam cara yang negatif dan kekanak-kanakan.

Gue asumsiin kalian udah ngerti peran fungsi kognitif, atau kalau belum kalian bisa cek tagar #MBTIFoundationalTheory dan #CognitiveFunctions101. Nah, di sini gue mau coba bahas lebih rinci lagi gimana sih kondisi masing-masing tipe MBTI ketika mereka terkena grip inferior functionnya dan gimana cara untuk meminimalisir dampak negatif dari “grip” yang disebabin oleh stress.


MANIFESTASI GRIP DI TIAP TIPE

(Sebelumnya kami udah pernah ngepost sih, tapi ini direcap aja)
ExTJ (Fi-grip) jadi super-sensitif dengan kritikan orang lain dan ga ngerasa diapresiasi, emosi mereka jadi meledak-ledak, jadi ga terorganisir, dan ga mampu menyelesaikan deadline serta tugas-tugas mereka.

ExFJ (Ti-grip) jadi ngeraguin diri mereka sendiri, menganalisis berbagai hal secara berlebihan, mereka jadi terlalu kritis, negatif, dan judgemental dengan segala hal dan orang-orang di sekeliling mereka.

ENxP (Si-grip) jadi defensif, terlalu mentingin fakta dan detail dari segala hal, khawatir kalo orang bakal mengkritisi informasi mereka, dan jadi sering protes soal kesalahan faktual dan detail dari orang-orang lain. Biasanya mereka bakal jadi terlalu pesimis karena stuck in the moment banget.

ESxP (Ni-grip) jadi insecure, parnoan (ngerasa kalo semua orang mau ngejahatin mereka), menarik diri, terlalu serius, dan jadi gampang cemas soal hal-hal di masa depan.

IxFP (Te-grip) jadi kritis, confrontational (nyari masalah sama orang), dan super-sensitif sama kesalahan dan kebegoan orang lain, mereka jadi ga “sedamai” biasanya.

IxTP (Fe-grip) jadi meledak-ledak emosinya, gampang protes soal orang-orang yang dianggepnya ga kompeten, dan ngerasa jadi victim dari kritik dan sabotase orang lain yang sebenernya mereka bayangin sendiri.

ISxJ (Ne-grip) jadi parnoan soal kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi, ga bisa ngambil keputusan, dan sering ngerasa orang lain mau ngejahatin mereka.

INxJ (Se-grip) jadi nyari-nyari sensory pleasures (kenikmatan duniawi) via makanan, belanja, casual sex, dan ngebikin keputusan-keputusan jangka pendek yang seringkali mereka sesalin di kemudian hari.


Nah, terus apa yang bisa kamu lakuin kalo hal-hal ini terjadi?

1. Sadari dulu kondisi kamu: bahwa kamu sedang berada pada cengkraman inferior function-mu. Di sini MBTI dengan teori-teori kognitifnya ngebantu banget dalam memahami diri sendiri, emosi, dan respon kita terhadap berbagai stimulus yang ada. Seringkali di kondisi yang super-stress, kita bahkan ga tau emosi apa sih yang lagi kita rasain, pokoknya ga enak aja. Minimal dengan kamu memahami fungsi kognitif, urutannya di tipe kamu, dan bentuk manifestasi fungsi tersebut sesuai letaknya di mana (dominant, auxiliary, tertiary, inferior, shadow functions, dst.) kamu bisa lebih sadar akan emosi dan cara berpikir kamu terutama di saat stress. Ibaratnya kamu punya masalah dan butuh nyari solusinya, ga mungkin kan bisa kamu selesain tanpa tau terlebih dahulu masalah spesifiknya apa? Dan yang penting kamu perlu nerima kalo itu adalah suatu masalah. Jangan denial atau bohong sama diri sendiri bilangnya “ah gue ga ada masalah kok”.

2. Jangan ignore atau represi inferior function kamu. Seringkali kita mikir karena fungsi ini inferior dan kita gak nyaman makenya, jadi mending gausah dipake sama sekali atau ga digubris, mending stick sama fungsi yang emang udah dominan dan udah sering dipake. Tapi bisa jadi ini bentuk otak kamu ngasih tau kalo dia udah nyoba berbagai cara untuk ngerespon masalah yang ada tapi emang ga berhasil, dan mereka pun beralih menggunakan fungsi kognitif yang selama ini ga terlalu kamu pake walaupun manifestasinya gak sehat dan kekanak-kanakan.

3. Jadiin ini kesempatan buat kamu ngembangin fungsi kognitif kamu. Ibarat di game RPG, team member kamu macem-macem terdiri dari warrior, wizard, healer, dll. Buat ngalahin musuh yang levelnya tinggi perlu kerjasama di antara team member kamu. Experience dan level mereka perlu dinaikin bareng-bareng. Biar warrior yang paling kuat misalnya, jangan terlalu bergantung sama dia untuk ngalahin semua musuh. Ada suatu saat dimana dia bisa juga KO dan di saat itu kamu harus bergantung sama team member lain yang lebih lemah. Di sinilah gunanya ngelatih team member/fungsi kognitif yang lain, mulai dari bekerjasama ngelawan musuh-musuh yang lemah dan perlahan-lahan kamu coba buat ngelawan musuh-musuh yang lebih kuat lagi. Pada akhirnya kalo udah sering kerjasama, dan tau cara ngesupport satu sama lain, musuh yang kuat pun bakal bisa dilibas juga.

4. Coba kasih jarak sebelum kamu ngerespon terhadap sesuatu. Misal, kamu INFP yang lagi kena Te-grip, dan ngerasa temen sekelompok kamu pada ga becus kerja, jangan langsung marah dan ngebentak-bentak mereka di depan muka mereka. Coba diemin dulu apa yang kamu rasain sampe reda atau intensitasnya berkurang. Kalo ga reda-reda, coba pikirin baik-baik apa ini cuma bentuk kekesalan kamu (pada hal-hal lain) yang dilampiaskan ke mereka, atau ini bisa ngebantu menyelesaikan masalah yang ada.

5. Pahami baik-baik kamu stres karena apa sampe fungsi inferior kamu berontak. Karena stres itu biasanya disebabin bukan cuma karena satu atau dua hal melainkan dari gabungan berbagai hal yang (mungkin) sepele dan jadi menumpuk. Coba selesain masalah ini dari yang paling sepele dan gampang untuk diselesain dulu dan perlahan-lahan baru gerak ke akar permasalahannya. Kamu bisa coba ngelakuin meditasi filosofis (buat caranya bisa coba tonton https://www.youtube.com/watch?v=3VJI0ecVO6c) atau belajar untuk menjadi lebih introspektif (https://www.youtube.com/watch?v=s-NiJzwdN0Y) dan perlahan-lahan kamu bisa lebih memahami masalah yang kamu hadapi.
-INTP

Referensi:

http://www.myersbriggs.org/my-mbti-personality-type/understanding-mbti-type-dynamics/the-fourth-or-inferior-function.htm

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s