MBTI in Depth: Part 6 (Fi – Introverted Feeling)

BAGAIMANA CARA KERJA Fi?

Singkatnya: Lihat situasi/orang sekeliling ➡️ Ditelaah perbagian dan di”rasa”kan satu persatu ➡️ Disortir ➡️ Membuat kriteria “baik” dan “buruk” sendiri/disesuaikan dengan kriteria ➡️ Menentukan sikap pribadi terhadap suatu hal spesifik (suka/benci) ➡️ Dijadikan moral/prinsip pribadi.

Ya, intinya mereka ingin membuat moral sendiri berdasarkan dunia yang ada dan bersikap sesuai moral yang dia punya. Segala sesuatu yang dia hadapi akan ia telaah sendiri; apakah ini sesuai dengan moral saya? Karena bertahan pada keyakinan diri sendiri lebih penting bagi orang Fi. Gampangnya, Fi itu definisi dari “Me, myself, and I.”

Fi mendapatkan moral sebenarnya dari moral yang sudah ada – ajaran keluarga, lingkungan, dll, tapi semuanya ia saring lagi, tidak ditelan mentah-mentah, bukan semata-mata untuk menyenangkan orang lain. Yang paling penting adalah harmoni pribadi, bukan harmoni dunia luar.

Fi yang baik sebenarnya sangat tidak judgmental sama orang karena kalau hal itu tidak terlalu berpengaruh pada dirinya. Sebenarnya awalnya pasti judge orang sebagai penilaian awal, tapi ia tidak langsung mengambil keputusan untuk membencinya/menyukainya, ia harus kenali dulu langsung orangnya baru ia bisa mengambil sikap. Jadi, moral yang ia punyai itu bisa fleksibel tergantung situasinya (jadi spesifik perkasus). Jadi untuk merasakan sesuatu, Fi harus menempatkan dirinya di posisi orang tersebut, baru ia bisa menilai. [NB: Sering banget kita lihat Fi-dom/aux yang bilang, “Only God can judge me” lol.]

Fi ini juga tidak bisa membohongi perasaan sendiri. Biasanya sih langsung terlihat kalau ia tidak suka pada sesuatu, tapi tidak bilang, karena menurutnya perasaan adalah hal yang sangat pribadi. Fi biasanya adalah orang-orang yang cukup sulit dipahami karena yang tahu perasaannya hanya dia sendiri. Mereka merasakan sesuatu dengan sangat intens.

Fi biasanya sulit untuk mengungkapkan perasaannya sendiri, bingung untuk menuangkannya dalam kata-kata (kadang juga merasa kalau orang lain gak perlu tahu, belum tentu mengerti juga). Fi juga, jika merasa sayang sama orang, sayangnya akan benar-benar dalam (sampai merasa orang itu menjadi bagian dari dirinya sendiri). Memang, Fi tidak akan bisa romantis, namun perhatiannya akan lebih ditunjukkan dengan aksi nyata.


Positifnya? SANGAT POSITIVE THINKING! Fi selalu membuka kemungkinan/situasi lain yang dapat menjelaskan sikap buruk seseorang. Sebenarnya itu karena ia tidak dapat merasakan jadi si orang itu juga, jadi ia tidak bisa judge apa-apa tentang dia. “Gue siapa sih bisa judge dia seenaknya.”

Selain itu, Fi yang baik akan sangat open-minded karena sadar bahwa tiap manusia itu unik dan tidak bisa disamakan. Berbeda itu wajar.


Negatifnya:
[DISCLAIMER: Ini terjadi pada Fi yang imatur alias belum berkembang.]

Fi cenderung berpikir kalau orang lain juga memiliki moral yang sama dengannya, jadi sering merendahkan orang lain yang tidak sealiran. Selain itu, Fi juga sering tidak percaya pada kemampuan orang lain karena merasa moralnya paling benar sendiri.

Fi bisa juga jadi mudah dimanipulasi orang! Misal si Fi berpikir kalau orang lain pasti jujur, sama seperti dirinya, jadi apa yang orang katakan itu dianggap jujur olehnya, tanpa tahu kalau itu ia sedang dibohongi.

Fi juga cenderung tidak peka dengan moral sekelilingnya. Jadi biasanya ia tidak sadar kalau orang tidak sreg dengan pilihan dia, moral dia, dll dan akan terus melakukannya. “Terserah mau bilang apa, memang gue pikirin? Menurut gue ini yang benar, kok.” Padahal mestinya ia mendengar timbal balik dari orang lain atas dirinya, toh untuk perkembangan dirinya juga. Hal lain yang bisa muncul dari ini adalah tidak suka diatur-atur dan sulit diberitahu (keras kepala).

Fi juga akan membangun standar sendiri untuk dirinya, perfeksionis memang. Nah kadang ia tidak dapat memenuhi standarnya sendiri, sehingga sering menyalahkan dirinya sendiri dan malah jadi tidak percaya diri. Diperparah juga dengan ia sering menganggap dunia ini terlalu tidak sesuai dengan standarnya – ketika ia memperjuangkan standarnya ia malah dianggap aneh oleh orang kebanyakan – jadi ia sering menganggap dunia ini jahat. Jeleknya sering “play victim” – “Dunia ini jahat! Kenapa sih dunia ini gak adil banget sama aku?” Akhirnya memunculkan sikap pasif-agresif dan superiority complex. [NB: Jangan heran kalau kebanyakan Fi-dom sering dikorelasikan dengan emo.]

Terakhir, yang paling sering – egois! Biasanya Fe sebel sama Fi karena ini. Fi tahu apa yang dimau dan tidak memikirkan perasaan orang lain juga, jadi apapun yang ia mau ia akan utarakan blak-blakan. Asal gue seneng, halal. Kadang ini tidak sesuai dengan maunya orang lain, jadi kesannya seperti egois. Alasan lainnya juga karena orientasinya ke diri sendiri terus. Kalau ngomong, tentang diri sendiri terus. Kalau mikir, diri sendiri dulu yang utama.


BAGAIMANA CARA KERJA Fi DI URUTAN YANG BERBEDA?

Fi-dom (ISFP, INFP): Biasanya Fi-nya sudah punya penilaian sendiri terhadap sesuatu, namun harus merasakan sendiri (Se) atau memaknai sendiri (Ne) dulu akan suatu kejadian. Fungsi Se dan Ne-nya hanya dikeluarkan jika ia butuh menilai sesuatu. Semua data dari Se dan Ne akan disortir dan dibuat kriteria akan dijadikan nilai moral pribadi yang sulit digoyahkan. Sulit digoyahkan ini bisa jadi positif bisa jadi negatif. Yang buruknya Fi-dom ini sulit diubah pendiriannya dan cenderung merasa paling benar sendiri dan malah menyalahkan dunia karena tidak mengindahkan pikirannya (lebih sering di INFP dibandingkan ISFP, karena ISFP lebih “menyatu” dengan lingkungan sekitar berkat Se-nya).

Fi-aux (ESFP, ENFP): Karena lebih mengutamakan pengumpulan data (Se/Ne), jadi mereka menilai sesuatu hanya ketika ia merasa butuh saja. Fi bertindak sebagai koridor moral pencarian data para Fi-aux. Jika para Fi-aux belum matur, memang kesannya jadi sangat “liar” karena semua hal mereka jelajahi tanpa kode etik tertentu yang membatasi dirinya. Cenderung melakukan hal seenaknya tapi tidak mau dihakimi orang lain dan malah menyalahkan orang lain sebagai “tidak bermoral”.

Fi-tert (ISTJ, INTJ): Seringnya muncul dalam keadaan stres. Biasanya ISTJ/INTJ cenderung menyalahkan diri sendiri ketika stres dan mengurung diri sendiri dalam perasaan bersalah yang tidak kunjung hilang. Manifestasi ke luarnya bisa jadi menyalahkan orang lain untuk tetap terlihat benar (padahal di dalamnya sedang mengutuk diri sendiri). Lama kelamaan, bisa-bisa lupa dengan kebaikan diri sendiri dan selalu fokus sama keburukan diri sendiri yang bisa mengikis kepercayaan diri. Kadang muncul juga sisi kekanakannya yang egois.

Pada beberapa Fi-tert yang sudah mulai menggunakan Fi nya dengan baik namun masih ragu-ragu akan moralnya sendiri, biasanya mereka menjadi terlalu berlebihan dalam menggunakan moral-moralnya, takut salah. Jadi terlalu sopan dan sangat gak enakan sama orang, saking tidak mengerti orang lain maunya apa.

Fi-inf (ESTJ, ENTJ): Mereka biasanya kesulitan untuk menganalisis perasaannya sendiri dan apa yang sebenarnya diinginkan. Mereka juga paling gak suka kalau sesuatu yang harus menggunakan perasaan, karena mereka sendiri gak ngerti maunya apa dan merasakan apa. Sulit banget untuk jujur sama diri sendiri (terutama kalau salah). Manifestasinya jadi menyalahkan semua orang untuk menenangkan dirinya sendiri dan memaksakan kehendaknya ke orang lain. Buruknya lagi, sering meledak-ledak emosinya – suka tiba-tiba nangis sendiri gak jelas kenapa, misalnya.

Padahal, fungsi Fi sebenarnya adalah untuk menyeimbangkan Te-nya yang terlalu berorientasi pada benda dan logika, agar lebih fokus ke orang – setidaknya pada diri sendiri dulu. Fi akan memberikan konsiderasi lebih lanjut pada kebijakan Te agar lebih humanis, walaupun standar humanisnya juga subjektif, ya. “Kalau saya sendiri dikasih peraturan kayak gini bakal bagaimana ya responnya?”

Selain itu, Fi juga dibutuhkan untuk memberitahu Te bahwa orang bisa berbeda-beda, jadi jangan memaksakan satu aturan ke semua orang karena belum tentu efektif.

—ISTJ

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s