MBTI in Depth: Part 4 (Ti – Introverted Thinking)

BAGAIMANA CARA KERJA Ti?

Singkatnya: Lihat benda/kejadian/apapun → Lihat detil perbagian → Analisis struktur dan cara kerja → Dapat akar masalah → Digabungkan dengan teori/observasi terdahulu → Memilih mana yang “masuk akal” atau tidak → Membentuk pola pikir → Membentuk kerangka pikir (framework).

Mudahnya, Ti akan selalu berusaha membuat DUNIA lebih MASUK AKAL bagi DIRINYA. Jika ada pertanyaan bagaimana membuat A menjadi B, Ti akan membuat cara sendiri yang menurutnya masuk akal.

Yang menjadi motor dari pikiran seorang Ti adalah pertanyaan “Mengapa?” dan “Bagaimana?”. Ti akan membuat definisi sendiri akan berbagai macam hal. Definisinya ini bisa berubah kapanpun, karena kalau ada perubahan di dunia, ia menganggap ia yang harus mengubah pola pikirnya lagi, jadi fleksibel. (Ingat, sifatnya pasif.) Selain itu, karena Ti adalah fungsi introverted, jadi logika masing-masing orang dengan Ti bisa berbeda-beda. Orang dengan Ti juga biasanya butuh banyak sumber sebelum menganggap suatu hal valid karena merasa harus pahami sendiri dulu baru dianggap valid.

Ciri khasnya: Banyak makna di balik omongannya (kayak bawang).

Banyak hal yang mereka anggap orang juga paham, jadi sering bicara seadanya saja, padahal maksud di baliknya bisa lain. Ini membuat salah paham, seringnya.


Positifnya? Jelas. Ti orangnya detil banget, hampir segala detil gak penting juga bagi dia berguna untuk membentuk suatu struktur. Karena itu, Ti itu pemecah masalah (problem solver) yang baik dan efisien banget. Karena dia memerhatikan banyak hal (dibantu oleh Se dan Ne-nya juga sih sebagai pengumpul data) dan dianalisis satu persatu hingga ketemu akar permasalahannya.

Selain itu, Ti yang sudah berkembang akan lebih open-minded karena Ne dan Se-nya juga. Mereka sadar kalau pola pikir orang bisa macam-macam (karena data mereka objektif), jadi biasanya lebih tidak ambil pusing pada perbedaan pendapat selama itu masih masuk akal, kecuali memang pola pikir orang tersebut benar-benar secara fundamentalnya salah, baru Ti akan bertindak.


Jeleknya, Ti itu cenderung sombong, kalau Ti-nya masih digunakan secara kekanakan. Ti akan merasa logikanya yang paling benar sendiri dan akan meremehkan pikiran orang lain dan menganggap pikiran orang lain tidak sedetil, tidak serumit, dan tidak secanggih dirinya. Dampaknya? Kemungkinan besar orang Ti akan membenci orang lain, terutama Fe, yang dianggap tidak masuk akal, terlalu memikirkan banyak orang, dan lemah. Perasaan dianggap menjadi sesuatu yang tidak bisa dilogikakan, terlalu abstrak.

Selain itu, karena introverted pula, orang Ti sering malas menjelaskan jalan pikirannya ke orang lain karena menganggap orang lain tidak akan mengerti (karena orang lain dianggap lebih bodoh!) dan kadang menganggap orang lain sudah paham, jadi jika orang lain salah paham, orang Ti akan stres sendiri. “Ih bodoh banget sih, begitu saja gak ngerti!!” atau, “Percuma dijelasin juga, gak akan ngerti kan?”


Tapi kan, gak semua Ti ada di posisi teratas?

BAGAIMANA CARA KERJA Ti DI URUTAN YANG BERBEDA?

Ti-dom (INTP, ISTP): Ti sebagai tujuan hidupnya. Mereka menggunakan Ne dan Se sebagai alat pengumpul data untuk Ti-nya. INTP identik dengan orang-orang yang ingin mencari “universal truth” karena yakin ada suatu sistem di dunia ini yang menjadi inti dari semuanya. Alasan kenapa ISTP disebut sebagai “The Mechanic” karena yang dianalisis itu benda nyata – juga masalah nyata yang bisa diintervensi – selayaknya bongkar mobil dan dianalisis satu-persatu bagiannya supaya tahu cara kerja mobil tersebut. (Bukan berarti semua ISTP bisa bongkar mobil ya -_-)

Ti-aux (ENTP, ESTP): Ti sebagai “pemeran pembantu” dari Ne dan Se mereka. Sebenernya untuk membuat hasil temuan mereka ada dasar logikanya. Ti mendorong Ne dan Se bereksplorasi lagi. Misal, Ne punya 4 teori, lalu Ti berkata, “Hmm menarik.. Coba cari tahu lagi kenapa – uh tapi yang B sama C gak penting sih, gali A dan D terus!,” Ne akan dengan senang hati melompat-lompat mencari teori lain yang dapat menjawab pertanyaan Ti.

Loh apa bedanya dengan Ti-dom? Ti-dom Ne dan Se-nya jauh lebih terkontrol karena Ne dan Se pergi mencari data untuk memenuhi keinginan Ti saja (sudah tersaring dari awal), sedangkan pada Ti-aux, Ti malah membuat Ne dan Se-nya makin liar (baru disaring setelah data dari Ne dan Se didapat). Karena Ti akan terus bertanya “Mengapa?” lalu malah menjadi “bensin” untuk Ne dan Se-nya untuk makin bereksplorasi TANPA TUJUAN. (NB: Ini terjadi pada ENTP dan ESTP yang belum matur. Makin dewasa, mestinya Ti-Fe-nya akan mengarahkan ENTP dan ESTP untuk menyaring informasi sesuai tujuannya.)

Ti-tert (INFJ, ISFJ): Biasanya muncul saat stres, tapi kalau orang tersebut sudah mengembangkannya, mestinya menjadi menambah tajam penggunaan Fe mereka. Ti bisa menambal buruknya Fe.

Manifestasinya saat stres? INFJ/ISFJ akan cenderung terlalu menganalisis segala tujuan hidupnya (INFJ/Ni-dom) atau pengalamannya (ISFJ/Si-dom). Kasus klasiknya begini, misal mereka bikin orang lain kecewa, mereka akan bertanya ke diri mereka sendiri, “Duh salah gue di mana ya? Bagaimana cara untuk menyelesaikannya ya?” Tapi, karena fungsi Ti-nya cukup jarang dipakai, jadinya butuh waktu yang lama untuk mendapatkan jawaban itu.

Lama kelamaan (kalau berulang kali kecewa), karena Ti sifatnya egosentris juga, INFJ/ISFJ akan merasa, “Kok orang masih saja begitu sih? Aku berusaha baik loh, rasanya aku sudah benar, deh. Ah mereka saja bodoh nih!” Dampaknya ke luar, biasanya mereka akan jauh lebih tertutup dan dingin karena tidak percaya lagi dengan orang-orang dan jadi lebih mementingkan isi pikirannya sendiri. Maksudnya menutup kemungkinan lain, gak mau introspeksi diri, dan malah nyalahin orang lain dan menganggap orang lain yang tidak mengerti maksud baiknya sebagai bodoh.

Ti-inf (ENFJ, ESFJ): Para Fe-dom kebanyakan akan benci banget sama Ti karena dianggap terlalu dingin, egois, dan tidak punya hati. Padahal, Ti dapat menambal buruknya Fe yang  terlalu “selfless”. Ti akan menunjukkan bahwa tidak apa-apa loh, membawa pendapat pribadi selama itu tidak merusak harmoni sekitar. Selain itu, Ti dapat membantu untuk memilih-milih siapa yang bisa ia bantu siapa yang tidak agar tidak menyelakakan diri sendiri. Ti akan menganalisis maksud dari omongan, gestur, dll orang dan akan menentukan apakah dia tulus atau tidak. Ti juga membantu Fe untuk tidak jadi plinplan.

Munculnya saat stres berat – setelah berbagai cara dilakukan untuk menyelesaikan masalah oleh fungsi-fungsi lainnya. Jadi sering bertanya-tanya, “Kenapa?? Kenapa begini? Kenapa dia jahat sama aku padahal aku baik banget sama dia??” Tapi gak muncul jawaban apa-apa dari situ. Malah bikin benci yang gak beralasan sama orang itu. Jeleknya, karena gak ketemu alasan kenapa harus benci, pas orang itu baik-baikin mereka, langsung deh dimaafin (Fe menang lagi :”D). Padahal kalau dicari logikanya, pasti ketemu alasan kenapa harus benci dan bagaimana cara menghadapi orang itu di kemudian hari.

Manifestasi ke luarnya biasanya dengan mengeluarkan pernyataan yang tidak relevan atau tidak masuk akal tapi memaksa orang lain untuk bilang bahwa pernyataannya logis. “LOHH? Kan xxxxx!! Logis kan? Bener gak?” Kalau ada yang menentang pasti ia langsung menganggap orang itu aneh.

-ISTJ

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s