MBTI Spotlight: ENFP (Dr. Ir. H. Soekarno – Presiden Pertama RI)

“Merdeka hanyalah suatu jembatan.
Walaupun jembatan emas,
di seberang jembatan itu jalan pecah dua:
satu ke dunia sama rata sama rasa;
satu ke dunia sama ratap sama tangis.”

Soekarno dikenal oleh sebagian besar rakyat Indonesia sebagai pemimpin yang karismatik dan humanis. Sebagai ENFP Soekarno mempunyai kemampuan berdiplomasi dengan baik yang mengizinkan dirinya dapat bekerja sama dengan Jepang untuk “akhirnya” memerdekakan Indonesia. Selain itu Soekarno juga mempunyai kemampuan untuk persuasi massa secara perlahan dengan mengemukakan pandagannya yang idealis dengan antusias hingga rakyat indonesia menjadi sangat loyal terhadap Presiden Indonesia pertama ini.

Ne – dibalik pikirannya yang sangat idealis akan kemerdekaan bangsa Indonesia, Soekarno bukanlah orang yang tergesa-gesa dan radikal terhadap Jepang, sikap Ne-nya membuat Soekarno menjadi orang yang sangat sabar untuk menuntun Indonesia perlahan-lahan menuju kemerdekaan. hal ini dilakukan Soekarno karena Jepang dikenal sebagai Negara yang sangat kejam terhadap Negara yang dijajahnya (contoh: Nanking Massacre). Oleh karena itu Soekarno menyadari bahwa bersikap kooperatif adalah jalan terbaik untuk memerdekakan bangsa indonesia.

Fi – Soekarno adalah orang yang sangat idealis akan kemerdekaan Indonesia dan ia juga percaya bahwa kemerdekaan indonesia dapat diraih dengan damai tanpa mengorbankan nyawa rakyat Indonesia yg turut memengaruhi sikap Soekarno untuk tidak bersikap tidak radikal secara langsung terhadap Jepang. Fungsi Fi-nya membuat ia dikenal sebagai pemimpin dengan pandangan yang sangat idealis terhadap situasi di sekitar masa penjajahan Belanda dan Jepang, dan hal ini membuat Soekarno menjadi seorang pemimpin yang mempunyai prinsip dan tak mudah untuk dipengaruhi oleh Jepang ataupun Belanda. Hal ini dibuktikan saat Soekarno tidak mau bersifat kooperatif dengan Jepang untuk kepentingan dirinya sendiri meskipun ia telah ditawari Harta, Jabatan, dan Wanita namun ia lebih memilih Kemerdekaan Indonesia sebagai imbalan atas bantuannya.

Te – Sifat Te Soekarno yang tidak dominan ini hanya ditunjukan Soekarno pada saat memaksa saja namun sifat ini banyak membantu Soekarno menjadi pemimpin yang dihormati. Seperti pada saat sidang BPUPKI. Meskipun sidang sudah berjalan selama 3 hari, namun belum terjadi kemufakatan. Lebih parahnya para anggota BPUPKI malah berargumen satu dengan yang lain tentang apa yang menjadi dasar Negara menurut golongan mereka masing-masing. Pada saat genting inilah Soekarno maju untuk memimpin sidang tersebut dan menyampaikan pendapatnya bahwa semangat nasionalitas yang akan menyatukan mereka bukan semangat superioritas antar golongan.

Si – Fungsi ini sangat jarang digunakan oleh Soekarno. Meskipun sangat minor, fungsi Si ini memegang peranan yang penting dalam pilihan yang dibuat Soekarno, seperti pada saat Jepang mulai menjajah Indonesia, fungsi Si ini mengingatkan Soekarno untuk tidak bertindak gegabah.

-ESTJ

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s